Realisasi Kredit dari Penempatan

Direktur Khusus Bank BJB, Yuddy Renaldi memberikan laporan ada seputar 8.900 number of akun (Noa) yang mempunyai potensi terima restrukturisasi credit dengan keseluruhan credit sejumlah Rp 4,4 triliun. Tetapi cuman seputar 7.950-an Noa yang diberi restrukturisasi. agen slot online terpercaya

“Kami kerjakan restrukturisasi sejumlah Rp 2,7 triliun dengan Noa sekitar 7.950 Noa,” kata Yuddy dalam Seminar-online Banking dan Financial Outlook 2021: How Banking Leaders Manage Strategy To Reborn From Crisis, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Masihlah ada sejumlah Rp 1,7 triliun kembali yang belum diberi restrukturisasi credit. Faktanya, ia pengin memberi restrukturisasi pas target. Yuddi pengin yang menerima restrukturisasi betul-betul bidang yang terimbas karena Covid-19.

“Kami pengin secara konvensional jaga jika status (kreditur) terimbas harus kita kelompokkan terimbas,” katanya.

Tetapi, dari seluruh kekuatan kreditur yang belum terima restrukturisasi benar-benar tidak ajukan penangguhan pembayaran credit. “Tetapi yang tidak terimbas bekasnya benar-benar tidak ajukan restrukturisasi,” papar ia.

Hingga keseluruhannya dari portofolio yang ada, bank BJB sekarang ini cuman memberi restrukturisasi sejumlah Rp 2,7 triliun dalam jumlah Noa sekitar 7.950. Masih dalam rencana perbaikan perekonomian nasional, Bank BJB terima dana peletakan dari pemerintahan sejumlah Rp 2,5 triliun.

Yudi menjelaskan peletakan dana pemerintahan itu telah diteruskan melalui pembiayaan credit sejumlah Rp 5 triliun. 2x lipat dari keseluruhan dana yang ditaruh.

“Kami bisa dana PEN sejumlah Rp 2,5 triliun dan telah Kami akselerasi jadi Rp 5 triliun,” kata Yuddy.

Modal credit itu sudah dihabiskan pada Oktober 2020 kemarin. Pendistribusian pembiayaan ini diserahkan ke beberapa fragmen, terutamanya di bagian infrastruktur.

“Per Oktober ini semua dana PEN telah kita rileksasikan jadi beberapa pembiayaan, terutamanya di bagian infrastruktur,” katanya akhiri.

Kewenangan Layanan Keuangan (OJK) akui tidak begitu cemas berlangsungnya peningkatan credit memiliki masalah (Nett Performing Loan/NPL) pada perbankan nasional. Tentang hal credit macet bank pada kuartal I 2016 bertambah 0,1 % jadi 2,8 % dibanding pe…

Updated: January 9, 2021 — 4:20 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *