Prakerja Imbau Peserta

Manajemen Eksekutor (PMO) Kartu Prakerja menulis 5,6 juta orang sudah diterima jadi peserta Program Kartu Prakerja dari gelombang 1 sampai gelombang 11. Dari jumlah itu, belum semua mengikut training Prakerja yang dijajakan.

“Sampai gelombang 11 telah ada 5,6 juta orang sebagai yang menerima Kartu Prakerja,” kata Head of Communications Manajemen Eksekutor Program (PMO) Kartu Prakerja,Louisa Tuhatu, ke Liputan6.com, Senin (30/11/2020).Tentang hal faksinya menulis ada 43 juta orang yang lakukan registrasi Kartu Prakerja. Tapi sesudah dikerjakan klarifikasi e-mail, NIK, Kartu Keluarga dan nomor HP karena itu terdaftar ada 19 juta yang diikutkan dalam proses penyeleksian.

Sesaat untuk jumlah yang menerima yang ditarik kepesertaannya untuk gelombang 11 belum tahu.
“Pencabutan kepesertaan dikerjakan setahap sama gelombangnya. Peserta tiap gelombang mempunyai waktu 30 hari untuk beli training pertama kalinya,” katanya.

Hal tersebut sama ketentuan Permenko No. 11 Tahun 2020, tiap yang menerima Kartu Prakerja mempunyai waktu 30 hari untuk beli training pertama semenjak mendapatkan SMS informasi dari Kartu Prakerja.

Awalnya, Program Kartu Prakerja yang dikeluarkan pemerintahan pada April 2020 memperoleh ketertarikan yang tinggi dari warga.

Tetapi, penemuan Tubuh Pusat Statistik (BPS) malah bertentangan dengan arah program ini dikeluarkan. Di mana sebagian besar yang menerima Kartu Prakerja malah dengan status bekerja, yaitu 66,47 %.

“66,47 % yang menerima Kartu Prakerja itu posisinya ialah karyawan. Sesaat 22,24 prosentasenya pengangguran, dan 11,29 prosentasenya adalah Bukan Angkatan Kerja (BAK),” tutur Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto seperti diambil, Jumat (27/11/2020).

Selaku catatan, Kecuk menambah, dari yang menerima Kartu Prakerja yang bekerja, seputar 63 prosentasenya dengan status karyawan penuh.

Updated: January 12, 2021 — 4:20 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *