Butuh Realisasi Anggaran PEN

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati lagi menggerakkan kenaikan realisasi tersisa bujet program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun akhir ini. Karena, dengan bujet sebesar Rp164,33 triliun diklaim sanggup capai sasaran ekonomi positif di kuartal IV-2020. MPO Slot Online

“Kita lagi dorong kenaikan realisasi PEN di tersisa tahun ini. Ini sebab masih dibutuhkan realisasi Rp164,33 triliun untuk capai sasaran ekonomi positif pada kuartal IV-2020,” tuturnya dalam pertemuan jurnalis Taktik Implikasi APBN 2021, Selasa (1/12).

Saat itu, realisasi bujet program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai 25 November 2020 baru capai Rp431,54 triliun. Realisasi itu sama dengan 62,1 % dari batas Rp695,2 triliun.

Walau begitu, realisasi bujet PEN itu mengalamai peningkatan bila dibanding dengan status 4 November kemarin. Waktu itu, realisasi bujet baru 54,1 % atau sama dengan Rp276,17 triliun.

Rinciannya, realisasi bujet untuk bidang kesehatan telah capai Rp40,32 triliun. Angka itu seputar 41,2 % dari batas bujet yang sebesar Rp97,90 triliun.

“Jika ada sektor kesehatan yang belum teresap karena itu ia akan dikerjakan pencadangan untuk pembiayaan vaksin kita,” jelasnya.

Lalu, realisasi bujet PEN untuk pelindungan sosial telah Rp207 triliun. Angka itu telah capai 88,9 % dari batas bujet sebesar Rp233,69 triliun.

Sedang untuk dana untuk beberapa aktor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) realisasinya telah capai Rp98,76 triliun dari batas bujet Rp115,82 triliun. Selanjutnya, realisasi bujet PEN untuk stimulan usaha telah capai Rp120,6 triliun dari batas bujet Rp120,6 triliun.

Realisasi bujet program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menangapi wabah Corona Covid-19 sampai 25 November 2020 capai Rp 431,54 triliun. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, realisasi itu sama dengan 62,1 % dari batas Rp 695,2 triliun.

Updated: January 9, 2021 — 4:19 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *